hikmah puasa
1. Puasa membiasakan seseorang
takut kepada Allah SWT, karena orang yang sedang berpuasa tidak ada yang
mengontrol dan melihat kecuali Allah SWT. Menurut Agus (1993: 115) “Puasa
mendekatkan hubungan dengan Allah, usaha untuk mendapatkan keridhaan dan kasih
sayang-Nya, supaya orang yang melaksanakannya dapat bertakwa”.
2. Puasa mampu menghancurkan
tajamnya syahwat dan mengendalikan nafsu, sebagaimana sabda Rasulullah :
مَنِ اسْتَطَا عَ مِنْكُمُ
الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ؛ فَاِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرَ وَأَحْصَنُ لِلُفَرْجِ,
وَمَنْ لَمْ يَسُتَطِعْ مِنْكُمْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ؛ فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌرواه
ابي داود
Wahai
para pemuda, barang siapa yang mampu untuk menikah, maka menikahlah.
Sesungguhnya nikah itu bisa menahan pandangan dan menjaga kemaluan. Dan barang
siapa yang tidak mampu, hendaklah berpuasa, karena puasa sesungguhnya dapat
mengendalikan syahwat.
3. Puasa membiasakan seseorang
berkasih sayang. Membiasakan untuk selalu berqurban dan bersedekah pada faqir
miskin.
Menurut
Rasjid (2012: 243) didikan perasaan belas kasihan terhasap fakir-miskin karena
seseorang yag telah merasa sakit da pedihnya perut keroncongan, hal itu dapat
mengukur kesedihan dan kesusahan orang yang sepanjang masa merasakan ngilunya
perut yang kelaparan karena ketiadaan, akan timbul perasaan belas kasihan dan
suka menolong fakir miskin.
4. Puasa membiasakan keteraturan
hidup, yaitu orang yang berpuasa akan berbuka pada waktu yang sama, dan tidak
ada yang lebih dulu karena kehormatan, harta, atau jabatan, misalnya. Menurut
Rahmat (2003: 81) “ Puasa menjadi sarana untuk melatih diri dan tidak
rakus dan tamak terhadap apa yang bukan hak kita. Disammping itu, puasa juga
mendidik kita untuk lebih peduli dengan apa yang terjadi di sekitar kita”.
5. Puasa dapat menjaga
kesehatan, Rasulullah SAW bersabda : “Berpuasalah kamu maka
kamu sehat”.
Menurut
Aulia (2009: 11) Beberapa penelitian telah dilakukan oleh para pakar kesehatan
dan kedokteran, dari riset yang mereka lakukan terbuktilah bahwa dengan puasa
dapat menyembuhkan dan menghindari diri dari kerusakan sistem kerja tubuh dan
berbagai macam penyakit.
6. Puasa dapat membersihkan
jiwa, karena pada dasarnya puasa memutus dominasisyahwat.
Romli
(1993: 71) memaparkan bahwa puasa dapat mengurangi hawa nafsu keduniaan,
kemewahan hidup yang sering membuat manusia lupa akan tujuan hidupnya, sehingga
dengan pengekangan hawa nafsu itu dapatlah menjadi orang yang selalu
mendekatkan diri (Taqarrub) kepada Allah SWT, yang pada akhirnya
meningkat menjadi orang-orang Muqarrabin
7. Puasa membentuk manusia baru,
Rasulullah SAW bersabda : “Barang siapa berpuasa dengan niat mencari pahala dari
Allah SWT, maka ia keluar dari bulan Ramadhan sebagaimana bayi yang baru
lahir.”