hikmah ibadah haji.
1.
Menjadi tamu mulia bagi Allah swt
Kabah
atau Baitullah itu dikatakan juga sebagai rumah Allah swt. Walau bagaimana pun
haruslah kita pahami bahwasanya bukanlah Allah itu bertempat tinggal disitu.
Sesungguhnya Allah itu ada dimana mana. Ia dikatakan sebagai rumah Allah karena
mengacu kepada apa yang pernah diucapkan oleh Nabi Ibrahim a.s. oleh yang
demikian orang yang mengerjakan haji adalah merupakan tamu istimewa bagi Allah.
Dan sudah menjadi kebiasaan setiap tamu mendapat pelayanan yang istimewa dari
tuan rumah. Rasulullah pernah bersabda: "Orang yang mengerjakan haji dan
orang yang mengerjakan ibadah umroh adalah tamu Allah Azza wa jalla dan para
pengunjung-Nya. Jika mereka meminta kepada-Nya niscaya akan diberi-Nya. Jika
mereka meminta ampun niscaya diterima-Nya doa mereka. Dan jika mereka meminta
syafaat, niscaya mereka akan diberi syafaat." (Ibnu Majah)
2.
Mendapatkan tarbiyah dari Allah swt
Di
kalangan mereka yang pernah melaksanakan ibadah haji, mereka mengatakan
bahwasanya Ibadah Haji merupakan puncak ujian dari Allah s.w.t. Ini disebabkan
oleh karena jumlah orang yang sama-sama mengerjakan ibadah haji tersebut
sangatlah banyak sehingga menjangkau angka jutaan orang jamaah haji. Rasulullah
bersabda: "Bahwa Allah Azza wa jalla telah menjanjikan akan 'Rumah' ini,
akan berhaji kepadanya tiap-tiap tahun enam ratus ribu. Jika kurang niscaya
dicukupkan mereka oleh Allah dari para malaikat." Sabda Rasulullah lagi,
"Dari umrah pertama hingga umrah yang kedua menjadi penebus dosa yang terjadi
diantara keduanya,sedangkan haji mabrur (haji yang terima) itu tidak ada
balasannya kecuali syurga." (Bukhari dan Muslim)
3.
Membersihkan dari dosa-dosa
Mengerjakan
Ibadah Haji merupakan kesempatan yang sangat baik untuk bertaubat dan meminta
ampun kepada Allah. Ada beberapa tempat dalam mengerjakan ibadah haji yang
merupakan tempat mustajab (dikabulkannya do'a) untuk berdoa dan bertaubat.
Bahkan ibadah haji itu sendiri apabila dikerjakan dengan sempurna dan tidak
dicampuri dengan perbuatan-perbuatan keji maka Allah akan mengampunkan
dosa-dosanya sehingga ia suci bersih seperti baru lahir ke dunia ini.
Rasulullah pernah bersabda: "Barangsiapa yang melakukan Ibadah Haji ke
Baitullah dengan tidak mengucapkan perkataan keji, tidak berbuat fasik, dia
akan kembali ke negerinya dengan fitrah jiwanya yang suci ibarat bayi baru
lahir daripada perut ibunya." (Bukhari Muslim)
4.
Mempersatukan umat Islam Se-dunia Ibadah
Haji secara tidak langsung telah menghimpunkan atau mempersatukan manusia /
umat Islam dari seluruh pelosok dunia. Mereka terdiri dari berbagai bangsa /
negara, warna kulit dan bahasa. Hal ini membuka pandangan dan fikiran kita
tentang kebenaran Al-Quran yang diterangkan semua dengan jelas dan nyata.
Firman -Nya: "Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang
lelaki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan
bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal." (Al-Hujurat 13) "Dan
diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah menciptakan langit dan bumi dan berlainan
bahasamu dan warna kulitmu." (Ar-Rumm 22)
5.
Iktibar dari peristiwa orang-orang
sholeh terdahulu Mekah
merupakan
tempat yang menyimpan banyak rangkaian peristiwa-peristiwa bersejarah.
Diantaranya sejarah nabi-nabi dan para rasul, para sahabat Rasulullah, para
tabiin, tabi’ut tabiin dan salafus soleh yang mengiringi mereka. Sesungguhnya
peristiwa tersebut bisa kita ambil iktibar atau pelajaran untuk membangun jiwa
seseorang. Rasulullah bersabda: "Sahabat-sahabatku itu laksana
bintang-bintang di langit, jika kamu mengikut sahabat-sahabatku niscaya kamu
akan mendapat petunjuk." Di antara peristiwa yang terjadi ialah: Pertemuan
antara Nabi Adam a.s. dengan Siti Hawa di Padang Arafah. Siti Hajar dan Nabi
Ismail ditinggalkan di tengah padang pasir yg kering di antara Bukit Shafa dan
Marwah. Pengorbanan Nabi Ibrahim a.s. menyembelih Nabi Ismail putranya sendiri
sebagai perintah Allah. Nabi Ismail a.s. dan Nabi Ibrahim bersama - sama
mendirikan Kabah. Terlahirnya seorang anak yatim yang miskin dan serba
kekurangan. Tidak tahu membaca dan menulis tetapi mempunyai akhlak yang terpuji
hingga mendapat gelaran 'Al-Amin. Medan Badar dan Uhud sewajarnya mengingatkan
seseorang kepada kegigihan Rasulullah dan para sahabat dalam menegakkan agama
Allah.
6.
Merasa berada di area Padang Mahsyar
Bagi
orang yang belum mengerjakan ibadah haji tentunya belum pernah melihat dan
mengikuti perhimpunan ratusan ribu manusia yang keadaannya sama tiada berbeda.
Itu semua dapat dirasakan ketika mengerjakan ibadah haji. Perhimpunan di Padang
Arafah menghilangkan status dan perbedaan hidup manusia sehingga tidak dapat
kenal siapa kaya, hartawan, rakyat biasa, raja atau sebagainya. Semua mereka
sama dengan memakai pakaian selembar kain putih tanpa jahitan. Firman Allah
s.w.t: "Sesungguhnya yang paling mulia di sisi Allah adalah siapa yang
paling taqwa." (Al-Hujurat-13)
7.
Sebagai syiar perpaduan umat Islam
Ibadah Haji
adalah
merupakan syiar perpaduan umat Islam. Ini karena mereka yang pergi ke Tanah
Suci Mekah itu tidak lain hanya mempunyai satu tujuan yaitu menunaikan perintah
Allah atau kewajiban Rukun Islam yang kelima. Dalam memenuhi tujuan tersebut
mereka melakukan perbuatan yang sama, memakai pakaian yang sama, mengikuti tata
tertib yang sama dan bahkan bisa dikatakan semuanya sama. Ini menggambarkan perpaduan
dan satu hati umat Islam. Dan gambaran inilah yang semestinya diamalkan dalam
kehidupan seharian umat Islam apabila mereka kembali ke negara asal
masing-masing setelah mengerjakan ibadah haji.
No comments:
Post a Comment